Pemanfaatan media sosial Instagram dan Pendampingan Pengelolaan Keuangan sederhana bagi UKM Produsen Tas Perca Di Dusun Mangelo, Sooko, Mojokerto

Main Article Content

Ratnaningrum Zusyana Dewi Nurdiana Fitri Isnaini Khoirun Nisa

Abstract

Perkembangan usaha mikro kecil menengah yang sangat pesat seringkali belum diimbangi dengan pengelolaan yang optimal.  Konsep pemasaran tradisional (dari mulut ke mulut, penjualan seadanya) masih banyak dipakai. Belum lagi pengelolaan keuangan yang belum dipisahkan antara uang pribadi dan uang usaha.  Selain itu, permasalahan umum yang sering menimpa pelaku UMKM adalah tidak adanya pemasaran produk melalui media sosial (Instagram) dan pendampingan untuk pengelolaan keuangan sederhana. Mereka sudah bekerja keras memasarkan produk, tetapi hasil yang dicapai tidak sesuai target. Bahkan bila modal usaha habis, mereka berhenti berproduksi. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan pendampingan untuk memasarkan produk melalui media sosial (Instagram) dan pendampingan untuk pengelolaan keuangan sederhana. Tujuan dari pendampingan ini untuk membantu mengembangkan usaha tas kain perca di Mangelo, Sooko, Mojokerto. UMKM kain perca ini sangat potensial dikembangkan karena mempunyai diferensiasi yang menonjol. Kain perca yang dirangkai menjadi tas bukan kain perca berukuran kecil, tetapi kain perca yang cukup dipakai untuk membuat satu ukuran tas. Sehingga amat disayangkan kalau usaha ini tidak dikembangkan. Mengingat keterbatasan modal untuk promosi, maka digunakan media sosial Instagram, karena jangkauannya luas dan tidak memakai banyak biaya. Di sisi lain, proses penyusunan laporan keuangan juga harus dioptimalkan agar dapat diketahui secara jelas laporan laba rugi, laporan arus kas, dan neraca penjualan.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


The rapid development of micro, small and medium enterprises is often not matched by optimal management. The concept of traditional marketing (mouth to mouth sales, improvised sales) is still widely used. Not to mention the financial management that has not been separated between personal money and business money. In addition, a common problem that often afflicts UMKM is the lack of product marketing through social media (Instagram) and assistance for simple financial management. They have worked hard to market the product, but the results achieved are not on target. Even if business capital is used up, they stop producing. Based on explanation above, it is necessary to provide assistance to market products through social media (Instagram) and assistance for simple financial management. The purpose of this assistance is to help develop a patchwork bag business in Mangelo, Sooko, Mojokerto. This patchwork UMKM is very potential to be developed because it has prominent differentiation. The patchwork that is assembled into a bag is not a small patchwork, but rather a patchwork that is used to make one bag size. Therefore, it is unfortunate if this effort is not developed. Given the limited capital for promotion, Instagram social media is used, because of its wide reach and does not cost much. On the other hand, the process of preparing financial statements must also be optimized so that it can clearly know the income statement, cash flow statement, and sales balance.


 


 


 

Article Details

How to Cite
DEWI, Ratnaningrum Zusyana; ISNAINI, Nurdiana Fitri; NISA, Khoirun. Pemanfaatan media sosial Instagram dan Pendampingan Pengelolaan Keuangan sederhana bagi UKM Produsen Tas Perca Di Dusun Mangelo, Sooko, Mojokerto. ABDIMAS NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, [S.l.], v. 2, n. 1, p. 239-240, july 2020. Available at: <http://ejurnal.unim.ac.id/index.php/abdimasnusantara/article/view/747>. Date accessed: 05 aug. 2020.
Section
Articles