EVALUASI KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL DI KOTA MADIUN (STUDI KASUS SIMPANG BILITON, SIMPANG KOMPOL SUNARYO, DAN SIMPANG YOS SUDARSO)

Authors

  • Leny Jayanti Universitas Hasyim asy'ari
  • Meriana Wahyu Nugroho Universitas Hasyim asy'ari
  • Ayu Roesdyningtyas DA Universitas Hasyim asy'ari

Keywords:

Simpang tak bersinyal, MKJI 1997, Rekayasa Lalu Lintas

Abstract

Meningkatnya jumlah penduduk akan mengakibatkan semakin meningkatnya pergerakan manusia sehingga menyebabkan semakin besar juga jumlah pergerakan kendaraan. Belum adanya traffic light pada persimpangan menyebabkan kondisi pegerakan lalu lintas tidak beraturan. Dengan demikian menimbulkan masalah pada lalu lintas yang semakin rumit. Penelitian yang dilakukan yaitu tentang kinerja simpang tak bersinyal dan perubahan menjadi simpang bersinyal yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja pesimpangan jalan. Analisa berdasarkan MKJI 1997, maka diperoleh derajat kejenuhan dan tundaan pada simpang Biliton sebesar 0.78 dan 13.08 det/smp, Simpang Kompol Sunaryo didapat 0.36 dan 7.89 det/smp, dan Simpang Yos Sudarso didapat 1.03 dan 15.67 det/smp. Pada kondisi simpang bersinyal derajat kejenuhan dan nilai tundaan yang diperoleh pada Simpang Biliton sebesar 0.80 dan 30.83 det/smp, Simpang Kompol Sunaryo didapat 0.58 dan 16.49 det/smp, dan Simpang Yos Sudarso didapat 0.95 dan 101.17 det/smp. Prediksi 10 tahun mendatang dilakukan untuk mengetahui kondisi simpang pada tahun rencana.

Downloads

Published

2019-11-30

Issue

Section

Articles