PAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora http://ejurnal.unim.ac.id/index.php/pawitrakomunika <p><strong>PAWITRA KOMUNIKA: Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora</strong>&nbsp;adalah jurnal yang diterbitkan oleh program studi ilmu komunikasi Universitas Islam Majapahit secara periodik pada bulan Juni dan Desember. <strong>PAWITRA KOMUNIKA: Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora</strong> memuat tulisan hasil penelitian, tinjauan teoritik/konseptual, serta&nbsp;kajian kritis menyangkut fenomena komunikasi&nbsp;dalam dunia jurnalistik, hubungan masyarakat,&nbsp;<em>Coorporate Social responsibility (CSR),</em>&nbsp;media massa konvensional, media baru dan sosial humaniora. Tujuan penerbitan&nbsp;<strong>PAWITRA KOMUNIKA: Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora</strong>&nbsp;antara lain untuk memasyarakatkan ilmu komunikasi dan bagi kepentingan pembangunan bangsa. Sasaran penyebarannya ditujukan kepada akademisi, para peneliti, litkayasa, para praktisi bidang komunikasi, bidang sosial humaniora dan masyarakat umum.</p> en-US matsnaalmuna@gmail.com (Masnia Ningsih) tututsinggihsugiantoro@gmail.com (Tutut Singgih Sugiantoro) Thu, 31 Dec 2020 16:07:11 -0500 OJS 3.2.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KAWIN PESANAN INDONESIA CHINA DI MEDIA ONLINE http://ejurnal.unim.ac.id/index.php/pawitrakomunika/article/view/916 <p>Seiring perkembangan kasus <em>human trafficking </em>yang terjadi di Indonesia pada tahun 2019 masih terbilang cukup tinggi. Terutama kasus yang baru-baru ini terjadi mengenai kasus kawin pesanan di China, dari data yang ada dari tahun ke tahun diperoleh dari kementrian luar negeri yakni sebanyak 29 perempuan warga negara Indonesia menjadi korban kawin pesanan. Sebanyak 13 perempuan asal Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, dan 16 orang perempuan asal Jawa Barat. Faktor penyebab terjadinya kasus pengantin pesanan yakni permasalahan ekono mi yang mendorong korban masuk di sindikat jaringan perdagangan manusia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pandangan dari empat media <em>online </em>Detik.com, Liputan6.com, Kompas.com dan CNN.com. Latar belakang dari pembingkaian keempat media <em>online </em>tersebut mengenai kasus kawin pesanan yakni tentang bagaimana membingkai informasi berita yang ditampilakan. Penelitian ini menggunakan teori framing yang dikemukakan oleh Robert Entman yang berasumsi bahwa <em>framing </em>tentang bagaimana teks komunikasi yang disajikan, bagaimana teks tersebut bisa mempengaruhi khalayak umum. Jenis penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan metode&nbsp; analisis <em>framing </em>&nbsp;milik Robert N. Entman. Objek penelitian ini adalah pemberitaan kasus kawin pesanan di Indonesia dalam informasi berita media <em>online </em>di Detik.com, Liputan6.com, Kompas.com dan CNN.com. Teknik pengumpulan data dengan mengumpulkan informasi berita-berita yang berkaitan dengan kawin pesanan di China sepanjang bulan 23 Juni hingga 10 Oktober 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat media <em>online </em>tersebut, mengkritik pemerintah dalam perlidungan dan pemberantasan kasus kawin pesanan di Indonesia dari tahun ke tahun.</p> Andriyani Prastyowati, Rakhmad Saiful Ramadhani, Masnia Ningsih Copyright (c) 2020 PAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora http://ejurnal.unim.ac.id/index.php/pawitrakomunika/article/view/916 Thu, 31 Dec 2020 00:00:00 -0500 ANALISIS RESEPSI KHALAYAK TERHADAP STEREOTIP PROFESI PADA VIDEO KITABISA.COM DI YOUTUBE http://ejurnal.unim.ac.id/index.php/pawitrakomunika/article/view/917 <p>Stereotip profesi merupakan salah satu permasalahan sosial yang ada di masyarakat, namun sering tanpa disadari. Faktanya masih banyak masyrakat yang terpengaruh dengan adanya stereotip profesi. Fenomena stereotip profesi menjadi dasar penelitian ini yang akan membahas bagaimana masyarakat bisa memahami stereotip profesi, dan bagaimana khalayak memberikan makna terhadap stereotip profesi yang ditampilkan melalui video <em>social experiment</em> dalam channel Youtube Kitabisa.com. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis resepsi dan teknik pengumpulan data wawancara mendalam. Teori utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori resepsi khalayak dan teori <em>encoding – decoding</em> karya Stuart Hall. Hasil dari penelitian ini menjelaskan Resepsi Khalayak Terhadap Stereotip Profesi Pada Video Kitabisa.com di Youtube yang dikategorikan dalam tiga jenis pemaknaan dengan jumlah 4 informan berada pada posisi <em>Dominant-hegemonic </em>(khalayak memahami dan menerima pesan yang disampaikan media)<em>, </em>3 informan di posisi<em> Negotiated Position </em>(khalayak memahami namun tidak sepenuhnya menerima pesann yang disampaikan media)<em>, </em>dan 2 informan di posisi<em> Opositional ‘counter’ hegemonic </em>(khalayak memiliki pendapat tersendiri dalam menginterpretasikan pesan dari media). Pemberian klasifikasi pemaknaan tersebut ditentukan berdasarkan opini informan terkait stereotip profesi yang ditampilkan pada video “Social Experiment: 2 Orang Ngobrol Tanpa Melihat, Ternyata Ini Yang Terjadi</p> Nabila Rizki Azizah, Ratnaningrum Zusyana Dewi, Masnia Ningsih Copyright (c) 2020 PAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora http://ejurnal.unim.ac.id/index.php/pawitrakomunika/article/view/917 Thu, 31 Dec 2020 00:00:00 -0500 BUDAYA PARTISIPASI PENGGEMAR KURT COBAIN DALAM KOMUNITAS MUSIK GRUNGE MALANG http://ejurnal.unim.ac.id/index.php/pawitrakomunika/article/view/918 <p>Tujuan dari penelitian ini adalah melihat bagaimana budaya pertisipasi penggemar Kurt Cobain dalam komunitas musik <em>grunge</em> di Malang. Musik menjadi salah satu media dan sarana dalam mengungkapan pikiran, isi, hati, perasaan manusia dalam bentuk suara. Salah satu genre musik yang diminati masyarakat adalah genre <em>grunge</em>, dan Kurt Cobain adalah salah satu musisi <em>grunge</em> yang memiliki banyak penggemar fanatis hingga sekarang yang turut berpartisipasi aktif dalam suatu komunitas musik grunge di Malang. Budaya partisipasi penggemar Kurt Cobain membentuk minat, sikap, motivasi dan eksistensi tersendiri bagi penggemarnya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik <em>purposive sampling</em>. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa terdapat budaya partisipasi penggemar kurt cobain di komunitas musik grunge Malang terlihat dari Minat penggemar dalam menjadikannya sebagai role model dalam berpakaian, penampilan ketika perform, dan beberapa lagu yang diciptakan. Hal tersebut menimbulkan sikap seperti mengeksklusifkan idolanya dan mempengaruhi tujuan tertentu saat bermusik. Selain itu budaya partisipasi juga terlihat dalam motivasi penggemar fanatisnya, seperti mendorong keinginan untuk memulai bermusik dengan aliran grunge. Aspek lainnya adalah eksistensi, terdapat beberapa usaha yang dilakukan seperti <em>campaign</em> “kami tetap ada” yang dituangkan dalam event dan kaus yang mereka produksi sendiri.</p> Asfira Rachmad Rinata, Herru Prasetya Widodo, Muhammad Ronaldo Yusran Copyright (c) 2020 PAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora http://ejurnal.unim.ac.id/index.php/pawitrakomunika/article/view/918 Thu, 31 Dec 2020 00:00:00 -0500 KONSTRUKSI MEDIA TELEVISI TENTANG REVISI UNDANG-UNDANG KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI http://ejurnal.unim.ac.id/index.php/pawitrakomunika/article/view/919 <p>Penelitian ini berfokus pada <em>framing</em> pemberitaan mengenai Revisi Undang-Undang KPK yang sempat ramai diperbincangkan dan menjadi berdebatan diantara masyarakat, kaum intelektual, dan pemerintah pada tahun 2019. Analisis dilakukan pada episode <em>Indonesia Lawyers Club </em>yang ditayangkan pada tanggal 10 September 2019 dengan judul “KPK Mau Diperkuat atau Diperlemah?” dan tanggal 1 November 2019 dengan judul “Haruskah Presiden Menerbitkan Perppu KPK?”. Peneliti tertarik untuk melakukan analisis pada tayangan episode terkait Revisi Undang-Undang KPK ini karena mengingat adanya kepemilikan pada media yang mempengaruhi kenetralan media dalam menyampaikan suatu informasi. Dalam hal ini peneliti melihat kepada narasumber yang diundang, maka dengan demikian dapat diketahui bagaimana media merepresentasikan masalah ini kepada khalayak atau publik. Penelitian ini menggunakan metode analisis <em>framing </em>dari Robert N. Entman. Terdapat empat unsur analisis yaitu <em>define problem, diagnose causes, moral judgement, </em>dan <em>treatment recommendation</em> yang dapat peneliti gunakan untuk mengetahui bagaimana media melakukan <em>framing </em>dengan menonjolkan aspek tertentu dalam suatu informasi. Hasil dari penelitian ini adalah dari seluruh narasumber yang diundang, sebagian besar menyatakan setuju dengan revisi namun tidak menyetujui poin-poin revisi yang digagas oleh DPR.</p> Imaniyatul Khikmiyah, Fatihatul Lailiyah, Rakhmad Saiful Ramadhani Copyright (c) 2020 PAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora http://ejurnal.unim.ac.id/index.php/pawitrakomunika/article/view/919 Thu, 31 Dec 2020 00:00:00 -0500 MENAKAR NEW MEDIA SEBAGAI RUANG PUBLIK DALAM KONTEKS KEBHINEKAAN DI MAGELANG http://ejurnal.unim.ac.id/index.php/pawitrakomunika/article/view/920 <p>Potensi pengguna internet terutama media sosial di Indonesia sangat besar. Dengan banyaknya pengguna tersebut mengakibatkan besarnya potensi kegaduhan nasional. Apalagi, munculnya berbagai elemen masyarakat yang intoleran dan penyebar <em>hoaks</em> semakin menambah kegaduhan nasional di sosial media, serta mengancam kebhinekaan. Keadaan tersebut mendorong pemerintah untuk melakukan langkah-langkah dalam menghadapi perpecahan negara. Seperti&nbsp; tindakan pada momentum tertentu pemerintah melakukan upaya pembatasan internet dengan tujuan menjaga stabilitas negara. Tindakan tersebut tentu mendapat respon beragam baik positif maupun negatif. Berdasarkan berbagai hal tersebut penelitian ini ingin melihat, bagaimana peran <em>new media</em> sebagai ruang publik dalam merespon ancaman kebihnekaan. Teori yang digunakan adalah Ruang Publik dari Jurgen Habermas, dimana internet harusnya bisa menjadi ruang komunikasi guna menciptakan rasionalitas publik dalam mewujudkan Demokrasi Deliberatif. Metode penelitian ini menggunakan <em>mix methode</em> studi pustaka dan deskriptif kuantitatif, dengan responden berjumlah 25 orang yang dipilih secara purposif untuk disebar di wilayah Magelang sebagai sebuah studi pendahuluan. Analisis yang digunakan adalah analisis SWOT, untuk melihat kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan/ancaman dari new media. Hasil kajian menunjukkan kekuatan berupa jumlah dan lama pengguna internet dapat dimaksimalkan. Kelemahan berupa kualitas dan karakteristik pengguna. Potensi&nbsp; adanya sarana prasarana, jangkauan, kedekatan. Ancaman yang dapat dilihat ada dua yakni manifest berupa hoaks dan hasutan, serta laten berupa tidak terakomodasinya kebutuhan masyarakat.</p> Prihatin Dwihantoro, Moch. Imron Rosyidi, Aftina Nurul Husna Copyright (c) 2020 PAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora http://ejurnal.unim.ac.id/index.php/pawitrakomunika/article/view/920 Thu, 31 Dec 2020 00:00:00 -0500 PENGAJIAN PADHANGMBULAN “SINAU BARENG MBAH NUN DAN KIAI KANJENG” SEBAGAI KEARIFAN LOKAL MAJELIS MASYARAKAT MAIYAH SUMOBITO JOMBANG http://ejurnal.unim.ac.id/index.php/pawitrakomunika/article/view/921 <p>Pengajian Padhangmbulan merupakan sebuah forum Maiyahan yang dilakukan secara rutin selama satu bulan sekali pada tanggal 15 jawa atau pada saat bulan purnama. Pengajian Padhangmbulan telah bertahan secara istiqomah selama 26 tahun tanpa goyah akan gempuran modernisasi saat ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara dengan narasumber terkait, observasi lapangan dan dokumentasi. Penelitian yang telah penulis lakukan, pengajian Padhangmbulan ini merupakan sebuah identitas kearifan lokal masyarakat maiyah yang merupakan embrio dari simpul atau lingkar kegiatan Mbah Nun dan Kiai Kanjeng diseluruh nusantara maupun luar negeri. Pengajian Padhangmbulan mampu memfilter budaya asing dan tetap mempertahankan budaya yang telah tumbuh di Padhangmbuan. Dalam pengajian Padhangmbulan terdapat nilai-nilai budaya, ekonomi, politik dan sosial.</p> Diah Aulia Kartikasari, Moch. Ichdah A.H. Lailin, Fatihatul Lailiyah Copyright (c) 2020 PAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora http://ejurnal.unim.ac.id/index.php/pawitrakomunika/article/view/921 Thu, 31 Dec 2020 00:00:00 -0500 PERAN HUMAS DALAM PENERAPAN WHISTLEBLOWING SISTEM (WBS) BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI JAWA TIMUR (BNNP JATIM) http://ejurnal.unim.ac.id/index.php/pawitrakomunika/article/view/922 <p>Tim Humas BNNP Jatim dibentuk berdasarkan SPRIN dan SKEP dari Kepala BNNP Jatim, sebagai salah satu kebutuhan Organisasi. Setalah Humas terbentuk pada tahun 2012, beberapa sistem mendapatkan pembaruan dan program-program baru sudah mulai di rencanakan. Salah satunya <em>Whistleblowing System, </em>atau yang masyarakat kenal dengan sebutan Layanan Aduan Masyarakat. <em>Whistleblowing System</em> sangat erat kaitanya dengan Publik dan Instansi. Maka peran Tim Humas sangat dibutuhkan di dalamnya. Dengan Tim Humas yang terdiri dari berbagai perwakilan bidang, peneliti ingin mengetahui seberapa besar peran Humas di pelaksanaan program dan dalam sistem Koordinasinya. Metode yang digunakan dalam peneilitian ini adalah menggunakan pendekatan Deskriptif Kualitatif, dimana peneliti mendeskripsikan dan mengkonstruksikan hasil wawancara dengan Subjek penelitian. Dalam <em>Whistleblowing System</em> pelaporan yang masuk melalui media akan tersambung pada Tim Humas BNNP Jatim sebagai penanggung jawab call center. Setelah Humas memberikan respon dalam pelaporan, humas akan memberikan surat disposisi yang diberikan kepda Kepala BNNP Jatim, setelah surat masuk kemudian dilakukan tindaklanjut, maka akan keluar hasil penyidikan dan penyelidikan yang ada untuk diserahkan ke Humas yang kemudian di informasikan kepada pelapor atau whistleblower. Peneliti mengetahui bahwa Peran Humas dalam penerapan <em>Whistleblowing System</em> adalah sebagai penghubung antara Internal dan eksternal, serta Tim Humas menjadi filterisasi Informasi. Tim Humas tidak sepenuhnya menjadi <em>First Recipient </em>karena Informasi bisa masuk dari mana saja, tidak hanya dari Humas.</p> Oktavia Pangestika, Masnia Ningsih, Ratnaningrum Zusyana Dewi Copyright (c) 2020 PAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora http://ejurnal.unim.ac.id/index.php/pawitrakomunika/article/view/922 Thu, 31 Dec 2020 00:00:00 -0500 MITOS SULETEN KEBIASAAN MEMBUANG “DIAPERS” KE SUNGAI DAN UPAYA PENYADARANAN PADA MASYARAKAT TEPI SUNGAI DI KECAMATAN RUNGKUT DAN GUNUNG ANYAR http://ejurnal.unim.ac.id/index.php/pawitrakomunika/article/view/948 <p><em>Diaper</em>/pampers adalah celana popok yang sudah menjadi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Pengguna diapers pada umumnya adalah orang-orang yang memiliki bayi atau orang yang sudah lanjut usia (orang tua) tetapi diapers yang bisa mengurangi kerepotan dan praktis justru menjadikan semakin banyak produksi sampah. Bahkan sampah <em>diapers</em> juga menimbulkan masalah k arena masyarakat masih memiliki keyakinan untuk membuang sampah diapers sebaiknya tidak di pembuangan sampah tetapi di sungai. Hal ini mendasari Penelitian dengan judul Mitos Suleten, Kebiasaan Membuang “<em>Diapers</em>” ke Sungai dan Upaya Penyadaranan Pada Masyarakat Tepi Sungai di Kecamatan Rungkut dan Gunung Anyar<strong>. </strong>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang kuatnya mitos “Suleten” mempengaruhi perilaku dalam kehidupan masyarakat daerah Kec.Rungkut dan Gunung Anyar. Dalam penelitian ini menggunakan metode eksploratif general yang bertujuan untuk menggambarkan pemahaman masyarakat tentang mitos melalui pendekatan kualitatif dengan kajian budaya, dimana peneliti berupaya menggambarkan fenomena perilaku pengguna <em>diaper </em>dalam membuang sampah <em>diaper </em>ke sungai. Apakah&nbsp; karena faktor struktur sosial yang membentuk perilaku tertentu pada&nbsp; individu benar terjadi atau faktor lain. Hasilnya ternyata kebiasaan membuang sampah di sungai masih sangat kuat dalam perilaku mereka, meski mereka kaum muda sudah tidak percaya akan ancaman mitos pembuangan popok, tetapi justru memanfaatkan Mitos tersebut bagi pembenaran mereka dalam mebuang sampah bekas popok diapers ke Sungai. Solusi perlu melakukan pendekatan Kultural bukan Struktural. Pesan yang disampikan harus dipisahkan dengan pesan-pesan penyadaran pembuangan sampah lainya. Pesan tentang penyadaran tidak membuang sampah diapers harus dilakukan secara khusus.</p> Puasini Aprilyantini, Ratna Puspita Sari Copyright (c) 2021 PAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora http://ejurnal.unim.ac.id/index.php/pawitrakomunika/article/view/948 Fri, 15 Jan 2021 00:00:00 -0500