PENINGKATAN KESADARAN DAN PERILAKU LINGKUNGAN MELALUI KOMUNIKASI PARTISPATIF DI KOMUNITAS LOKAL
Keywords:
Pendidikan Lingkungan Kearifan Lokal Media Komunikasi TradisionalAbstract
Peningkatan kesadaran dan perilaku lingkungan di tingkat komunitas lokal menjadi kunci penting dalam mencapai pembangunan berkelanjutan. Komunikasi partisipatif sebagai pendekatan yang melibatkan keterlibatan aktif masyarakat melalui dialog dan kolaborasi terbukti efektif dalam mendorong perubahan positif pada kesadaran dan tindakan lingkungan. Studi kasus di berbagai komunitas lokal menunjukkan bahwa komunikasi yang inklusif, penghargaan terhadap kearifan lokal, serta pemanfaatan media tradisional dan digital, mampu memperkuat rasa tanggung jawab kolektif dan kepemilikan sosial warga terhadap lingkungan mereka. Namun, tantangan seperti dominasi kelompok tertentu, rendahnya literasi lingkungan, dan keterbatasan dukungan eksternal masih menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, penguatan kapasitas komunikasi, pengembangan ruang dialog demokratis, serta peningkatan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk mengoptimalkan efektivitas komunikasi partisipatif dalam membangun kesadaran dan perilaku lingkungan yang berkelanjutan di komunitas lokal.
References
N. Fauziah and D. Kurniawan, “Efektivitas komunikasi lingkungan berbasis kearifan lokal terhadap perubahan perilaku pro-lingkungan masyarakat pedesaan,” Jurnal Ilmu Komunikasi Nusantara, vol. 10, no. 1, pp. 45-58, 2022.
A. Mahendra and Y. Pratiwi, “Integrasi media tradisional dan digital dalam kampanye konservasi lingkungan berbasis komunitas muda,” Jurnal Media dan Komunikasi Indonesia, vol. 6, no. 1, pp. 33-47, 2025.
E. Ardianto and M. Susilowati, “Komunikasi partisipatif dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan bank sampah di perkotaan,” Jurnal Komunikasi dan Pemberdayaan Masyarakat, vol. 5, no. 2, pp. 112-126, 2023.
M. R. Syahputra and S. Aminah, “Transparansi informasi dan komunikasi dialogis dalam meminimalisir dampak lingkungan industri pertambangan di Sulawesi Selatan dan Tengah,” Jurnal Komunikasi Pembangunan, vol. 20, no. 2, pp. 165-180, 2022.
B. A. Nugraha and I. Setiawati, “Transisi pendekatan komunikasi top-down menuju bottom-up dalam program pengelolaan lingkungan dan daerah aliran sungai,” Jurnal Ilmu Lingkungan dan Ekologi Humania, vol. 15, no. 2, pp. 150-164, 2023.
I. G. Pratama and R. Handayani, “Komunikasi partisipatif dan kesiapsiagaan kolektif: Edukasi risiko bencana lingkungan pada masyarakat lokal,” Jurnal Penanggulangan Bencana dan Lingkungan, vol. 14, no. 1, pp. 89-102, 2024.
R. Hidayat and S. Wulandari, “Membangun ruang dialog inklusif: Strategi komunikasi partisipatif dalam mitigasi konflik dan pengelolaan sumber daya alam,” Jurnal Kajian Komunikasi, vol. 12, no. 1, pp. 78-92, 2024.
F. Rahmadani and A. Wibowo, “Mengatasi hambatan komunikasi lingkungan: Studi analisis literasi ekologis dan sikap pasif masyarakat perkotaan,” Jurnal Psikologi Lingkungan dan Sosial, vol. 9, no. 2, pp. 110-124, 2023.
P. Lestari and H. Santoso, “Peran kepemimpinan lokal dan komunikasi antarbudaya dalam membangun kesadaran lingkungan komunitas permukiman,” Jurnal Sosiologi dan Komunikasi, vol. 8, no. 3, pp. 201-215, 2023.
C. Wibisono and L. P. Utami, “Kolaborasi multi-pihak dalam komunikasi lingkungan: Sinergi pemerintah, sektor swasta, dan komunitas lokal untuk keberlanjutan ekosistem,” Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, vol. 11, no. 3, pp. 275-289, 2024.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 MajaDharma Jurnal Pengabdian Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





