https://ejurnal.unim.ac.id/index.php/pawitrakomunika/issue/feedPAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora2026-06-16T11:35:59+07:00Masnia Ningsihmatsnaalmuna@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>PAWITRA KOMUNIKA: Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora</strong> adalah jurnal yang diterbitkan oleh program studi ilmu komunikasi Universitas Islam Majapahit secara periodik pada bulan Juni dan Desember. <strong>PAWITRA KOMUNIKA: Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora</strong> memuat tulisan hasil penelitian, tinjauan teoritik/konseptual, serta kajian kritis menyangkut fenomena komunikasi dalam dunia jurnalistik, hubungan masyarakat, <em>Coorporate Social responsibility (CSR),</em> media massa konvensional, media baru dan sosial humaniora. Tujuan penerbitan <strong>PAWITRA KOMUNIKA: Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora</strong> antara lain untuk memasyarakatkan ilmu komunikasi dan bagi kepentingan pembangunan bangsa. Sasaran penyebarannya ditujukan kepada akademisi, para peneliti, litkayasa, para praktisi bidang komunikasi, bidang sosial humaniora dan masyarakat umum.</p>https://ejurnal.unim.ac.id/index.php/pawitrakomunika/article/view/4724Sentimen Dan Opini Publik Sasaran Penyaluran Kartu Indonesia Pintar Kuliah (Kip – K) Di Media Sosial2026-05-27T20:18:51+07:00Nur Amalia2310414320003@mhs.ulm.ac.idAdyatma Ferdi Saputra2310414210051@mhs.ulm.ac.idAisy Salsabila2310414220008@mhs.ulm.ac.idRaditya Aditama2310414110021@mhs.ulm.ac.idTifza Fadia Salsabila2310414320027@mhs.ulm.ac.idWulandari Nurkhazanah2310414220005@mhs.ulm.ac.idAulia Kamaliaauliakamalia593@gmail.comNovaria Maulinanovaria_maulina@ulm.ac.idYuanita Setyastutiyuanita_setyastuti@ulm.ac.id<p>Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) merupakan program beasiswa pemerintah yang ditujukan bagi lulusan SMA/sederajat dari keluarga kurang mampu namun berprestasi untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri maupun swasta. Namun, program ini menuai protes publik karena dianggap tidak tepat sasaran. Banyak penerima KIP-K dinilai memiliki gaya hidup mewah, sementara mahasiswa yang benar-benar membutuhkan justru tidak mendapatkannya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi distribusi sentimen publik terhadap program KIP-K di media sosial dan opini dominan yang muncul dalam percakapan publik terkait KIP-K. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data menggunakan Brand24. Hasil penelitian menunjukkan dominasi sentimen positif sekitar 44% dengan 193 percakapan dari 440 percakapan mengenai KIP-K, dengan total volume penyebutan mencapai 440 akun dan jangkauan media sosial mencapai 6.513.435 pengguna. Hal ini menunjukkan bahwa cukup banyak masyarakat yang memberikan tanggapan baik terhadap pelaksanaan KIP-K, khususnya terkait manfaat dan ketepatan sasaran penerimanya. Selain itu, jangkauan percakapan menunjukkan bahwa pembahasan mengenai KIP-K tersebar luas dan menjadi perhatian masyarakat, memperlihatkan bahwa program KIP-K memiliki penerimaan yang cukup baik di ruang publik karena dianggap mampu membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan akses pendidikan tinggi. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan program KIP-K tetap dipandang sebagai kebijakan sosial yang memiliki manfaat nyata bagi masyarakat apabila dijalankan secara tepat sasaran dan transparan, serta peran penting media sosial dalam membentuk opini publik terhadap kebijakan pemerintah dan diperlukan strategi komunikasi publik yang lebih responsif, terbuka, dan partisipatif agar kepercayaan masyarakat terhadap program KIP-K dapat terus terjaga serta mampu meminimalkan berkembangnya sentimen negatif di ruang digital.</p> <p> </p>2026-06-19T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 PAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniorahttps://ejurnal.unim.ac.id/index.php/pawitrakomunika/article/view/4725Analisis Sentimen Publik Mengenai Kebijakan Penggunaan Hp Di Bawah Umur Melalui Hastag #Pptunas2026-05-27T20:20:23+07:00Farida Hayati2310414220030@mhs.ulm.ac.idBasma Fathimah2310414220050@mhs.ulm.ac.idSyakira Azzahra2310414120018@mhs.ulm.ac.idVerrel Nathanael2310414210013@mhs.ulm.ac.idWedly Junanda Situmorang2310414110012@mhs.ulm.ac.idRaja Rafli Putra Samudra2310414110014@mhs.ulm.ac.idNovaria Maulinanovaria_maulina@ulm.ac.idYuanita Setyastutiyuanita_setyastuti@ulm.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen publik terhadap kebijakan PP Tunas terkait perlindungan anak di ruang digital melalui hashtag #PPTunas di media sosial. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan netnografi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Brand24 pada platform X dan TikTok selama periode 28 Maret - 28 April 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sentimen positif mendominasi sebesar 59%, sedangkan sentimen negatif sebesar 41%. Sentimen positif banyak dipengaruhi oleh akun institusi resmi dan media massa yang membangun framing dukungan terhadap kebijakan PP Tunas. Sementara itu, sentimen negatif berasal dari akun pribadi yang menyoroti isu privasi, pengawasan digital, serta pentingnya literasi digital bagi anak dan orang tua. Temuan ini menunjukkan bahwa opini publik terhadap PP Tunas dipengaruhi oleh peran media dan strategi komunikasi pemerintah dalam membentuk persepsi masyarakat di ruang digital.</p>2026-06-20T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 PAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniorahttps://ejurnal.unim.ac.id/index.php/pawitrakomunika/article/view/4716Konstruksi Gaya Hidup Gen Z Dalam Sinetron Asmara Gen Z: Analisis Resepsi Publik Di Media Sosial X Dan Tiktok2026-05-27T20:17:09+07:00Muhammad Dzaudan Dzaki2310414210062@mhs.ulm.ac.idLisa Ahriyanti2310414220037@mhs.ulm.ac.idYunita Khorimah2310414120011@mhs.ulm.ac.idAyu Sri Wulandari2310414220012@mhs.ulm.ac.idAldi Fathi2310414210011@mhs.ulm.ac.idRafa Elpaz2310414310032@mhs.ulm.ac.idMuhammad Ihsan2210414210006@mhs.ulm.ac.idAulia Kamaliaauliakamalia593@gmail.comNovaria Maulinanovaria_maulina@ulm.ac.idYuanita Setyastutiyuanita_setyastuti@ulm.ac.id<p>Penelitian ini menganalisis resepsi publik digital terhadap konstruksi gaya hidup Gen Z dalam sinetron <em>Asmara Gen Z</em> menggunakan model <em>encoding-decoding</em> Stuart Hall (1980) serta membandingkannya dengan realitas sosiologis Gen Z. Pendekatan kualitatif dengan analisis isi kualitatif diterapkan untuk mengidentifikasi dan mengkategorisasi komentar publik berdasarkan konsep AIO (<em>Activities, Interests, Opinions</em>) dari Wells & Tigert (1983). Data primer dikumpulkan melalui <em>big data monitoring</em> Brand24 serta observasi manual di X dan TikTok. Data sekunder berupa dokumentasi adegan sinetron dianalisis sebagai pembanding proses <em>encoding</em>. Hasil menunjukkan konstruksi gaya hidup Gen Z dalam sinetron direpresentasikan melalui aktivitas sosial, minat terhadap tren dan citra diri, serta opini mengenai kesehatan mental dan hubungan sosial. Resepsi publik terbagi ke dalam tiga posisi, mencakup dominan, negosiasi, dan oposisi. Sebagian audiens menganggap representasi tersebut relevan dengan kehidupan Gen Z, terutama dalam hal aktivitas produktif, penampilan, dan isu sosial seperti kesehatan mental. Namun, sebagian lainnya menilai adanya dramatisasi berlebihan pada konflik percintaan. Temuan ini membuktikan bahwa audiens Gen Z bersifat aktif dalam menafsirkan pesan media berdasarkan pengalaman pribadi mereka. Konstruksi sinetron berada pada posisi cukup dekat dengan realitas untuk terasa <em>relatable</em>, namun cukup didramatisasi untuk kebutuhan hiburan industri. Penelitian ini diharapkan mampu berkontribusi bagi kajian komunikasi, khususnya dalam studi resepsi audiens.</p>2026-06-19T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 PAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora