Sentimen Dan Opini Publik Sasaran Penyaluran Kartu Indonesia Pintar Kuliah (Kip – K) Di Media Sosial

Penulis

  • Nur Amalia
  • Adyatma Ferdi Saputra Universitas Lambung Mangkurat
  • Aisy Salsabila Universitas Lambung Mangkurat
  • Raditya Aditama Universitas Lambung Mangkurat
  • Tifza Fadia Salsabila Universitas Lambung Mangkurat
  • Wulandari Nurkhazanah Universitas Lambung Mangkurat
  • Aulia Kamalia Universitas Lambung Mangkurat
  • Novaria Maulina Universitas Lambung Mangkurat
  • Yuanita Setyastuti Universitas Lambung Mangkurat

DOI:

https://doi.org/10.36815/pawitrakomunika.v7i1.4724

Kata Kunci:

Kartu Indonesia Pintar (KIP-K), Sentimen, Opini Publik

Abstrak

Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) merupakan program beasiswa pemerintah yang ditujukan bagi lulusan SMA/sederajat dari keluarga kurang mampu namun berprestasi untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri maupun swasta. Namun, program ini menuai protes publik karena dianggap tidak tepat sasaran. Banyak penerima KIP-K dinilai memiliki gaya hidup mewah, sementara mahasiswa yang benar-benar membutuhkan justru tidak mendapatkannya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi distribusi sentimen publik terhadap program KIP-K di media sosial dan opini dominan yang muncul dalam percakapan publik terkait KIP-K. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data menggunakan Brand24. Hasil penelitian menunjukkan dominasi sentimen positif sekitar 44% dengan 193 percakapan dari 440 percakapan mengenai KIP-K, dengan total volume penyebutan mencapai 440 akun dan jangkauan media sosial mencapai 6.513.435 pengguna. Hal ini menunjukkan bahwa cukup banyak masyarakat yang memberikan tanggapan baik terhadap pelaksanaan KIP-K, khususnya terkait manfaat dan ketepatan sasaran penerimanya. Selain itu, jangkauan percakapan menunjukkan bahwa pembahasan mengenai KIP-K tersebar luas dan menjadi perhatian masyarakat, memperlihatkan bahwa program KIP-K memiliki penerimaan yang cukup baik di ruang publik karena dianggap mampu membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan akses pendidikan tinggi. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan program KIP-K tetap dipandang sebagai kebijakan sosial yang memiliki manfaat nyata bagi masyarakat apabila dijalankan secara tepat sasaran dan transparan, serta peran penting media sosial dalam membentuk opini publik terhadap kebijakan pemerintah dan diperlukan strategi komunikasi publik yang lebih responsif, terbuka, dan partisipatif agar kepercayaan masyarakat terhadap program KIP-K dapat terus terjaga serta mampu meminimalkan berkembangnya sentimen negatif di ruang digital.

 

Referensi

Ahmad, R.S., Noor, G.V. and Wijayanti, S.N. (2024) “Persepsi Cybercommunity Terhadap Kasus Kip-K Salah Sasaran Di Indonesia Ditinjau Dari Mazhab Formal Sosiologi Hukum,” JPeHI (Jurnal Penelitian Hukum Indonesia), 5(01), pp. 30–47.

Chayitra Putri Humaira (2024) “Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah: Tantangan dan Solusi dalam Mewujudkan Pemerataan Akses Pendidikan Tinggi,” Jurnal Pendidikan Tambusai, 8, pp. 45314–45320.

Christy, E.N. et al. (2024) “Efektivitas Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah ( KIP-K ) di Universitas Pembangunan Nasional ‘ Veteran ’ Jawa Timur,” Jurnal Penelitian Pendidikan Sosial Humaniora, 9(2), pp. 134–141.

Fitriani, I. et al. (2025) “Implementasi Kebijakan Kartu Indonesia Pintar ( KIP ) Kuliah dalam Pemerataan Akses Pendidikan Tinggi,” 9, pp. 34150–34156.

Jannah, R., Oktavian, D. and Syahputra, A.R. (2026) “Analisis Efektivitas Kebijakan Penyaluran Beasiswa KIPK Aspirasi di Indonesia,” Media Hukum Indonesia (MHI), 4(1), pp. 799–808.

Jati, P.P. (2016) “Pt. First Position Group. Pengaruh, Analisa Whatsapp, Aplikasi Kinerja, Terhadap Pada, Karyawan.”

Khairunnisa, N.J. et al. (2024) “Prinsip Keadilan dalam Pendistribusian Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) di Indonesia,” IN RIGHT: Jurnal Agama dan Hak Azazi Manusia, 13(1), pp. 27–49.

Larasati, A.D. et al. (2022) “Analisis Kebijakan Program Beasiswa Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (Kip-K) Di Universitas Diponegoro,” Jurnal Ilmu Administrasi Dan Studi Kebijakan (JIASK), 5(1), pp. 1–22.

Martins, E.K. and Toletina, N.T. (2024) “Evaluasi pelaksanaan kebijakan program KIP-K di Indonesia,” Professional: Jurnal Komunikasi dan Administrasi Publik, 11(1), pp. 331–340.

Mashabi, S. and Kasih, A.P. (2024) KIP Kuliah Salah Sasaran, Komisi X: Perlu Pembaruan Sistem Verifikasi, Kompas.com. Available at: https://www.kompas.com/edu/read/2024/05/10/180339471/kip-kuliah-salah-sasaran-komisi-x-perlu-pembaruan-sistem-verifikasi.

Mashabi, S. and Prastiwi, M. (2025) Mendikti Terima Laporan Penyalahgunaan KIP Kuliah, Pungli hingga Penguasaan ATM, Kompas.com. Available at: https://www.kompas.com/edu/read/2025/06/18/101232271/mendikti-terima-laporan-penyalahgunaan-kip-kuliah-pungli-hingga-penguasaan.

Mulawarman, M. and Nurfitri, A.D. (2017) “Perilaku pengguna media sosial beserta implikasinya ditinjau dari perspektif psikologi sosial terapan,” Buletin Psikologi, 25(1), pp. 36–44.

Perfecteleale, F., Purnomo, D. and Harnita, P.C. (2024) “Analisis Efektivitas Social Media Presence dalam Meningkatkan Brand Awareness Kopi Babah Kacamata,” Jurnal Ilmu Komunikasi, 8(2), pp. 193–208.

Prihatiningsih, W. (2017) “Motif penggunaan media sosial instagram di kalangan remaja,” Communication, 8(1), pp. 51–65.

Putri, D.L. and Dzulfaroh, A.N. (2024) Keluhan KIP Kuliah Salah Sasaran Bermunculan, Unpad: Tidak Ditemukan Penyalahgunaan, Kompas.com. Available at: https://www.kompas.com/tren/read/2024/04/22/100000065/keluhan-kip-

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-06-19